You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Stok Beras DKI Cukup Hingga Akhir Tahun
photo Doc - Beritajakarta.id

Stok Beras DKI Cukup Hingga Akhir Tahun

Stok beras di DKI Jakarta hingga akhir tahun diperkirakan mencukupi. Saat ini ketersediaan beras di PT Tjipinang Food Station, mencapai 35.955 ton dengan harga kisaran Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribuan.

Operasi pasar juga terus digelar di RPTRA, sejumlah kelurahan dan di Pasar Jaya

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi DKI Jakarta, Adi Ariantara mengatakan, pihak Tjipinang Food Station sudah bekerja sama dengan pihak Bulog untuk menjaga pasokan dan menyediakan 200 ribu ton beras. Dengan tercukupinya kebutuhan, harga beras di pasaran pun akan relatif stabil.

"Kestabilan harga sendiri dapat dilihat jika harganya sama di atas delapan hari. Bahkan pernah 13 sampai 15 hari harganya sama, artinya stok cukup membuat harga stabil," ujarnya, Jumat (8/4).

PKK Mart RPTRA Amiterdam akan Jadi Grosir Sembako

Direktur Utama PT Tjipinang Food Station, Arief Prasetyo Adi mengatakan, kestabilan harga di DKI Jakarta didukung sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang akan mulai panen raya mulai akhir bulan ini. Sehingga, pasokan yang ada akan bertambah dan jumlahnya lebih dari mencukupi.

"Operasi pasar juga terus digelar di RPTRA, sejumlah kelurahan dan di Pasar Jaya. Jadi kita suplai terus sehingga menjaga harga tetap stabil," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1185 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1165 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye951 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye936 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye849 personBudhi Firmansyah Surapati